Selasa, 15 Januari 2013

SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL IPA BIOLOGI SMP TINGKAT KABUPATEN GUNUNGKIDUL


MKKS SMP KABUPATEN GUNUNGKIDUL
RABU, 28 MARET 2012
08.00-09.30

Skor : Benar  x 2
           Salah  -1
          Tidak dijawab  0


1. Menurut Harorl Urey, bahwa di alam raya kaya zat-zat kimia yang bila terkena bunga api listrik bertegangan tinggi menjadi asam amino sebagai bahan dasar makhluk hidup. zat-zat tersebut adalah...
A. metana, amoniak, hidrogen, dan air
B. metana, karbondioksida, air, dan hidrogen
C. amoniak, hidrogen, oksigen, dan air
D. amoniak, metana, air, dan nitrogen

2. Omne vivum ex vivo mempunyai arti...
A. setiap telur berasal dari makhluk hidup
B. setiap makhluk hidup berasal dari telur
C. setiap makhluk hidup berasal dari benda mati
D. setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya

3. Nama ilmuwan yang menemukan senyawa komponen sel dalam eksperimennya adalah...
A. Fransisco Redi
B. Miller
C. Leuwenhoek
D. Urey



4. Omne vivum ex vivo dikemukakan oleh...
A. Fransisco Redi
B. Lazzaro Spalanzani
C. Louis Pasteur
D. John Needham

5. Louis Pasteur berhasil menumbangkan teori Generatio Spontanea karena percobaannya yang menggunakan...
A. potongan daging segar
B. botol berbentuk leher angsa
C. air kaldu ayam
D. tabung ditutup kain kasa

6. Makhluk hidup tidak mengalami keracunan zat sisa metabolisme, karena tubuhnya memiliki proses...
A. pernafasan
B. ekskresi
C. asimilasi
D. reproduksi

7. Perhatikan gambar di bawah in!
Ciri makhluk hidup yang ditunjukkan oleh gambar tersebut adalah...
A. berkembangbiak
B. tumbuh dan berkembang
C. memerlukan makanan
D. peka terhadap rangsang

8. Perhatikan ciri-ciri tanaman berikut!
    1). akar tunggang
    2). Ikatan pembuluh teratur
    3). pertulangan daun menyirip
    4). berkembangbiak dengan biji
   Manakah kelompok tanaman yang memenuhi ciri-ciri tersebut?
A. tebu, jeruk, dan padi
B. jagung, kelapa, dan padi
C. padi, rambutan, dan jeruk
D. durian, mangga, dan jambu

9. Beberapa kelompok tumbuhan berikut, manakah yang termasuk tumbuhan berspora...
A. anthophyta
B. gnetophyta
C. cycadophyta
D. pteridophyta

10. Kita dapat membedakan tumbuhan yang termasuk kelas Monocotyledonae dan Dicotyledonae dari beberapa strukturnya, tetapi tidak semuanya selalu dapat kita jumpai. Baik karena musim maupun karena cara pembiakan, atau sebab lainnya. Struktur yang dapat kita gunakan untuk membedakan kedua kelas tersebut setiap saat ketika masih hidup adalah...
A. akar
B. bunga
C. batang
D. daun

11. Yang merupakan contoh tumbuhan berbiji adalah...
A. belinjo (melinjo) dan ilalang
B. belinjo (melinjo) dan paku-pakuan
C. kapang dan pinang
D. pinus dan paku-pakuan

12. Ada beberapa kelompok hewan yang tubuhnya beruas-ruas, salah satunya adalah Annelida. Bagaimana kamu dapat membedakan Annelida dan Arthropoda yang tubuhnya juga beruas?
A. annelida belum memiliki alat peraba atau alat indera
B. annelida tidak memiliki alat gerak
C. annelida tidak memiliki mulut yang jelas
D. tubuh annelida tidak dapat dibedakan antara kepala, dada, dan perut

13. Ciri khas Arthropoda yang tidak dijumpai pada hewan lain adalah...
A. badan dan tungkai berbuku-buku
B. bagian badan berbuku-buku
C. badan dan tungkai berbuku-buku dan dapat terbang
D. memiliki eksoskeleton yang keras

14. Suatu makhluk hidup memiliki ciri-ciri bersel banyak dan mampu melakukan fotosintesis, maka dikelompok ke dalam kingdom...
A. Monera
B. Fungi
C. Protista
D. Plantae

15. Pernyataan yang benar tentang tumbuhan tidak berpembuluh adalah...
A. tidak memiliki kloroplas
B. semua tumbuhan tidak berpembuluh memiliki daun
C. tumbuhan tidak berpembuluh tidak memiliki akar, batang, dan daun yang sesungguhnya
D. tumbuhan tidak berpembuluh tidak memiliki sel yang mampu melakukan fotosintesis

16. selain struktur rangka, ada beberapa perbedaan antara ikan bertulang sejati (Osteicthyes) dan ikan bertulang rawan (Chondroicthyes). Struktur yang membedakan keduanya tersebut adalah...
A. keberadaan sisik
B. keberadaan tulang belakang (vertebra)
C. keberadaan tutup insang (operculum)
D. struktur alat gerak

17. Perhatikan nama tumbuhan berikut:
      1) kacang kedelai (Glycine soja)

      2) kacang panjang (Vigna sinensis)
      3) petai cina (Leucaena leucocephala)
      4) kacang hijau (Vigna radiata)
      5) kacang kapri (Pisum sativum)
     Dalam klasifikasi tumbuhan, kelima tumbuhan tersebut tergabung dalam...
A. kelas yang sama, tapi famili berbeda
B. kelas berbeda tapi famili sama
C. famili berbeda tapi spesies sama
D. famili yang sama tapi genus berbeda

18. Jaringan pada dasarnya disusun oleh...
A. sel-sel yang mempunyai bentuk yang sama
B. sel-sel yang mempunyai fungsi yang sama
C. sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama
D. sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang tidak sama

19. Jaringan epitel mempunyai fungsi...
A. menghubungkan jaringan yang satu dengan yang lainnya
B. melindungi jaringan dibawahnya
C. menngerakkan jaringan lainnya
D. menghantarkan rangsang antar sel

20. Jaringan pada tumbuhan yang bentuk selnya berupa saluran yang panjang adalah...
A. epidermis
B. parenkim
C. floem
D. meristem

21. Kolenkim adalah salah satu jaringan tumbuhan yang mempunyai ciri khas yaitu...
A. bentuk sel memanjang berdinding sellulosa dan pekti
B. bentuk sel membulat dengan penebalan dinding pada semua sisi
C. bentuk sel memanjang dengan penebalan dinding pada sudut-sudutnya
D. bentuk sel membulat dan berdinding lignin

22. Beberapa ciri suatu jaringan pada tumbukan:
      1) sel-sel rapat
      2) hanya satu lapis sel
      3) letaknya di permukaan tubuh tumbuhan
      Jaringan yang sesuai dengan ciri tersebut adalah...
A. epidermis
B. parenkim
C. meristem
D. pallisade

23. Perhatikan gambar sel tumbuhan berikut ini!
Fungsi bagian yang berhuruf B adalah sebagai...
A. pusat pengaturan kegiatan sel
B. mengatur keluar masuknya zat
C. pengatur perkembangan sel
D. tempat metabolisme sel

24. Organel yang berfungsi aktif pada pembelahan sel dan hanya terdapat pada sel hewan adalah...
A. ribosom
B. mitokondria
C. kromosom
D. sentrosom

25. Tempurung kelapa sangat keras apabila dipatahkan. Dari pengamatan mikroskopis diketahui terdapat sel-sel berdinding tebal yang terdiri atas lignin. sel penguat tersebut termasuk ke dalam jaringan...
A. epidermis
B. kolenkim
C. parenkim
D. sklerenkim

26. Organel sel yang aktif dalam sintesis karbohidrat yaitu...
A. mitokondria
B. plastida
C. lisosom
D. kloroplas

27. Grana pada kloroplas dan krista pada mitokondria berfungsi untuk...
A. melindungi terhadap kerusakan
B. memperluas bidang tempat terjadinya reaksi kimia
C. memperbesar tekanan osmosis
D. menstimulus reproduksi sel

Rabu, 09 Januari 2013

REPRODUCTIVE SYSTEM


Reproduksi berarti “membuat kembali”, jadi “reproduksi pada manusia berarti kemampuan manusia untuk memperoleh keturunan (beranak), sehingga sistem reproduksi adalah organ-organ yang berhubungan dengan masalah seksualitas. Dalam bab ini kita akan  mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi manusia.

1. PENDAHULUAN
Sistem reproduksi pada manusia akan mulai berfungsi ketika seseorang mencapai kedewasaan (pubertas) atau masa akil baligh. Pada seorang pria testisnya telah mampu menghasilkan sel kelamin jantan (sperma) dan hormon testosteron. Hormon testosteron berfungsi mempengaruhi timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria, di antaranya suara berubah menjadi lebih besar, tumbuhnya rambut di tempat tertentu misalnya jambang, kumis, jenggot, dan dada tumbuh menjadi bidang, jakun membesar. Sedangkan seorang wanita ovariumnya telah mampu menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon wanita yaitu estrogen. Hormon estrogen berfungsi mempengaruhi timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, yaitu kulit menjadi semakin halus, suara menjadi lebih tinggi, tumbuhnya payudara dan pinggul membesar.

2. ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Reproduksi manusia secara vivipar (melahirkan anak) dan fertilisasinya secara internal (di dalam tubuh) oleh karena itu memiliki alat-alat reproduksi yang mendukung fungsi tersebut, adapun alat-alat tersebut antara lain:

1. Sistem Reproduksi Pria

Organ-organ yang menyusun sistem reproduksi pada pria terdiri atas:

a.  Testis (buah zakar)
Jumlah 1 pasang, terdapat dalam kantong pelindung yang disebut skrotum dan terletak di luar dan di bawah rongga pelvis. Testis berfungsi menghasilkan hormon testosteron dan sel kelamin jantan (spermatozoa). Hormon testosteron berfungsi untuk menimbulkan tanda-tanda kelamin sekunder pada pria, di antaranya: tumbuhnya kumis, suara membesar, dada tumbuh bidang dan lain-lain.

b.  Saluran reproduksi

Saluran reproduksi pada pria terdiri atas:

1) Epididimis, merupakan tempat pendewasaan (pematangan) dan penyimpanan sperma. Epididimis berupa saluran yang berkelok-kelok yang terdapat di dalam skrotum.

2) Vas deferens (saluran sperma), merupakan kelanjutan dari saluran epididimis, berfungsi menyalurkan sperma ke uretra.

3) Uretra, kelanjutan dari vas deferens, berfungsi untuk menyalurkan sperma keluar dan merupakan saluran urine dari kandung kemih menuju ke luar.

c.  Penis

Merupakan alat kelamin luar, berfungsi untuk alat kopulasi, yaitu untuk memasukkan sperma ke dalam saluran reproduksi pada wanita.

d.  Kelenjar yang terdapat pada pria

1) Vesika seminalis, Kelenjar ini menghasilkan cairan yang pekat berwarna kuning, mengandung makanan yang merupakan sumber energi untuk pergerakan sperma.

2) Kelenjar prostat, Merupakan kelenjar penghasil semen terbesar, bersifat encer dan berwarna putih, berisi makanan untuk sperma.

3) Kelenjar bulbourethralis, Kelenjar ini terdapat di sepanjang uretra, berfungsi mensekresi

cairan lendir bening yang menetralkan cairan urine yang bersifat asam yang tertinggal pada uretra.

Organ Reproduksi Pada Pria

Testis, Epididimis dan Duktus Deferens

2. Sistem Reproduksi Wanita

Organ yang menyusun sistem reproduksi pada wanita terdiri atas:

a.  Ovarium (indung telur)

Jumlahnya 1 pasang, terletak di dalam rongga perut, berfungsi untuk pembentukan sel telur dan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Pembentukan sel telur terjadi melalui pembentukan folikel. Hormon estrogen berfungsi untuk menimbulkan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, di antaranya: payudara membesar, suara semakin tinggi, kulit semakin halus, panggul membesar dan lain-lain.

b.  Saluran reproduksi, terdiri atas:

1)  1 pasang corong infundibulum, berfungsi untuk menangkap sel telur dari ovarium.

2)  1 pasang tuba falopii atau oviduk, merupakan saluran telur, berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi (pembuahan).

3)  Uterus (rahim), berfungsi sebagai tempat perkem bangan dan pertumbuhan janin.

4)  Vagina, organ untuk kopulasi dan melahirkan.

5)  Alat kelamin luar, umumnya dinamakan vulva, terdiri atas labia mayora, labia minora dan klitoris.

Jika sel telur pada ovarium telah masak, akan dilepaskan dari ovarium. Pelepasan telur dari ovarium disebut ovulasi. Setelah ovulasi sel telur ditangkap oleh infundibulum dan segera menuju ke saluran fallopi, di saluran inilah terjadi pembuahan. Bila sel telur telah dibuahi menjadi zigot dan zigot berkembang menjadi embrio yang kemudian menempel pada dinding rahim melalui plasenta dan berkembang di dalam rahim.

Plasenta dan tali pusat merupakan penghubung antara embrio dengan ibu, fungsinya untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu ke embrio dan menyalurkan zat sisa dari embrio ke darah ibu. Di dalam rahim, embrio berada di dalam amnion. Amnion adalah kantong yang berfungsi untuk melindungi embrio dari benturan. Amnion berisi cairan yang disebut cairan amnion atau air ketuban. Bila bayi sudah berumur kira-kira 9 bulan dan siap dilahirkan maka otot-otot pada rahim berkontraksi secara teratur dan mendorong bayi keluar dari rahim melalui vagina.
Organ Reproduksi Wanita Bagian dalam

Alat Reproduksi Wanita

3. PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

1. AIDS

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), Acquired berarti diperoleh, Immuno Deficiency berarti kekebalan yang rapuh dan Syndrom berarti penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah sekali terserang penyakit yang berbahaya.

a. Penyebab AIDS

AIDS disebabkan oleh virus, yang diberi nama HIV (Human Immuno Deficiency Virus), virus ini menyerang sel darah putih tertentu, dimana sel darah putih berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh yaitu menangkal infeksi atau serangan penyakit terhadap tubuh. Apabila virus HIV bersarang dalam sel darah putih dan merusak sel darah putih maka tubuh akan menjadi lemah dan mudah terserang penyakit.

b. Penularan AIDS

Virus HIV dapat berpindah dari seseorang ke orang lain atau dengan kata lain penyakit AIDS dapat menular. Penularan AIDS tidak menyebar melalui udara, atau karena berjabat tangan dengan penderita AIDS juga tidak menular melalui peralatan makan penderita AIDS. Tetapi virus HIV dapat menular masuk ke tubuh orang lain melalui transfusi darah (donor darah seseorang yang terinfeksi HIV) atau melalui alat-alat yang menyebabkan luka, seperti jarum suntik, jarum infus, dapat juga melalui kontak seksual.

HIV

c. Pencegahannya

Sampai  sekarang belum ditemukan cara pengobatan yang efektif pada penderita AIDS, oleh karena itu akan lebih baik bila kita berusaha menghindari penyakit ini dengan cara mencegah penularan virus HIV, antara lain:

1)  Menggunakan jarum suntik yang steril dan jarum yang sekali pakai lalu dibuang.

2)  Memeriksa darah sebelum transfusi darah, sehingga darah dapat dipastikan tidak terinfeksi virus HIV.

3)  Hanya melakukan kontak seksual dengan pasangannya yang sah.

2. Gonorea

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat ditularkan melalui kontak seksual. Penderita gonorea akan merasakan sakit pada saat urinasi, kadang-kadang urine mengeluarkan nanah, jika penderita gonorea tidak diobati dapat merusak saluran reproduksi yaitu saluran sperma pada pria dan saluran tuba falopii pada wanita sehingga dapat mengakibatkan kemandulan.

Penyakit Gonorea

3. Sifilis

Sifilis disebabkan oleh sejenis bakteri Treponema pallidium, bakteri ini biasa ditularkan melalui kontak seksual, namun demikian bakteri ini juga dapat ditularkan melalui jalan lain, misalnya bayi yang dilahirkan dari ibu penderita sifilis. Penyakit ini akan ditandai dengan adanya luka pada alat kelamin dan jika tidak segera diobati bakteri dapat merusak sel otak, melumpuhkan tulang atau merusak jantung dan pembuluh darah.

penyakit Sifilis

Bakteri Treponema pallidum

4. BEBERAPA UPAYA PENCEGAHAN YANG DAPAT DILAKUKAN

Karena penyakit tersebut merupakan penyakit yang berbahaya maka lebih baik mencegah daripada mengobati. Cara pencegahannya antara lain:

1. Memberikan penerangan mengenai bahaya- bahaya penyakit kelamin dan bagaimana cara pencegahannya.
2. Menghindari hubungan seksual di luar perkawinan.
3. Menjaga kesehatan sistem reproduksi antara lain:

a. Sering mengganti pembalut pada wanita yang sedang menstruasi.
b. Setelah buang air kecil selalu membasuh alat kelamin bagi wanita.

BIOTEKNOLOGI


Bioteknologi adalah penggunaan makhluk hidup dan proses di dalamnya untuk menghasilkan produk tertentu. Bioteknologi memanfaatkan  bakteri, ragi, kapang, alga, sel tumbuhan, atau jaringan hewan. Penerapan bioteknologi memadukan berbagai disiplin ilmu, seperti mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi molekuler, kimia, rekayasa proses, dan teknik kimia.Saat ini telah dikembangkan berbagai penerapan bioteknologi, contohnya teknik rekombinasi gen, kultur jaringan, hidroponik, radiasi, dan inseminasi buatan.

A. PENERAPAN BIOTEKNOLOGI SEDERHANA
Produk bioteknologi sudah dikenal baik oleh masyarakat seperti tape, tempe, brem bali, bir, anggur, cuka, keju, yoghurt, dan roti. Proses ini sudah dikenal orang sejak lama. Seiring dengan perkembangan teknologi pendukungnya, proses pengolahannya sudah dikembangkan lebih modern di pabrik-pabrik dalam produksi yang besar. Namun secara sederhana kita dapat menerapkan proses tersebut.

1. TempKedelai
Tempe kedelai adalah bahan makanan hasil fermentasi biji kedelai oleh kapang (jamur). Jenis jamur yang digunakan biasanya jenis Rhizopus oligosporus, karena memiliki aktivitas enzim proteolitik (pengurai protein) tinggi. Dibandingkan tempe dari bahan lain, seperti dari kecipir, lamtoro, ampas tahu, benguk, maka tempe kedelai lebih dikenal oleh masyarakat. Telah diakui dunia bahwa tempe adalah makananasli Indonesia yang kandungan gizinya patut diperhitungkan. Cara pemanfaatan tempe antara lain digoreng, disayur lodeh, oseng-oseng, kering tempe, tempe burger, rolade tempe, dan sebagainya.
Tempe Kedelai
Tempe Kedelai
Sumber gambar: http://nindyfaradila.blogspot.com
Tempe digemari orang bukan hanya rasanya yang gurih dan lezat, tetapi juga karena kaya gizi. Dengan kadar protein 18,3 per 100 gram, merupakan alternatif sumber protein nabati. Selain itu, tempe kedelai juga mengandung beberapa asam amino yang diperlukan tubuh manusia.

2. Tape Singkong
Yang dimaksud tape adalah suatu hasil yang dibuat dari bahan-bahan sumber pati, seperti ubi, singkong, dan beras ketan, dengan diberi ragi dalam proses pembuatannya.

Singkong adalah salah satu jenis umbi-umbian yang cukup banyak dikenal masyarakat Indonesia. Umbi tanaman singkong selain dapat dikonsumsi langsung juga dapat dibuat tapioka, gaplek, kerupuk, tape, dan sebagainya.

Tape singkong dapat diolah lebih lanjut menjadi minuman alkohol, sirup glukosa, sari tape, asam cuka, dan sebagainya.

Tape Singkong
Tape Singkong
Sumber gambar: http://www.google.co.id
3. Hidroponik
Dalam bidang pertanian, bioteknologi memberi andil dalam usaha pemenuhan kebutuhan makanan. Beberapa hasil bioteknologi dalam bidang pertanian antara lain kultur jaringan, hidroponik, pembuatan tumbuhan kebal hama, dan tumbuhan yang mampu mengikat nitrogen sendiri.

Pada bagian ini kita akan mempelajari teknik tanam dengan sistem hidroponik, karena di antara hasil bioteknologi bidang pertanian, teknik ini paling memungkinkan untuk kita lakukan.

Hidroponik (hydroponics) adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Di kalangan umum, istilah ini dikenal sebagai "bercocok tanam tanpa tanah". Termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan yang bersifat porus, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, spons, sabut kelapa, arang kayu, dan sebagainya.

Istilah hidroponik lahir tahun 1936, untuk memberi hasil percobaan DR.WF.Gericke, seorang agronomis dari Universitas California, USA. Hasil percobaannya berupa tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya. Maka sejak itu hidroponik berarti hydros adalah air dan ponics untuk menyebut pengerjaan atau bercocok tanam. Dalam perkembangannya hidroponik tidak lagi sebatas di laboratorium saja, tetapi dengan teknik yang sederhana dapat diterapkan siapa saja, termasuk ibu rumah tangga.
Hidroponik
Hidroponi
Sumber gambar: http://www.google.co.id
a.  Keunggulan hidroponik

Kelebihan sistem tanam hidroponik antara lain sebagai berikut.

1)  Perawatan lebih praktis dan gangguan hama lebih terkontrol.
2)  Pemakaian pupuk lebih hemat.
3)  Tanaman hidroponik dapat tumbuh lebih pesat dengan keadaan tidak kotor dan tidak rusak.
4)  Beberapa jenis tanaman bisa dibudidayakan di luar musim.
5)  Tanaman hidroponik dilakukan pada lahan atau ruang yang terbatas, misalnya: di atap, dapur, atau garasi.

b.  Metode hidroponik

Pada dasarnya metode hidroponik dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1)  Hidroponik substrat
Metode ini tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen serta mendukung akar tanaman seperti halnya fungsi tanah. Media yang dapat digunakan dalam hidroponik substrat antara lain batu apung, pasir, serbuk gergaji, atau gambut.

Media tanam sebelum digunakan harus dilakukan sterilisasi dahulu. Cara paling umum dilakukan adalah dengan penguapan atau dengan bahan kimia.

Larutan nutrisi atau pupuk diberikan dengan cara disiramkan atau dialirkan melalui sistem irigasi, setiap pemberian larutan nutrisi, harus dapat melembapkan barisan tanaman secara seragam. Banyaknya penyiraman tergantung dari pertumbuhan tanaman, jenis substrat, dan iklim. Permukaan substrat yang kasar dan tidak teratur harus lebih sering disiram.

2)  Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique)
Metode ini dilakukan dengan cara meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut dialirkan dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran berkembang di dalam larutan nutrien.

c.   Larutan nutrien

Larutan nutrien atau zat hara, adalah makanan bagi tanaman yang berupa campuran garam-garam pupuk yang dilarutkan dan diberikan secara teratur. Karena pada sistem hidroponik, media tanam hanya sebagai penopang akar, sehingga garam-garam pupuk harus mengandung semua unsur yang diperlukan tanaman.

Zat-zat hara untuk keperluan hidroponik dapat diperoleh di pasaran dalam bentuk formula yang sudah jadi, seperti Hyponex atau Margaflor.

d.  Merakit hidroponik

Jenis tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik, baik di kebun maupun di rumah antara lain, cabai, paprika, tomat, asparagus, bunga kol, seledri, selada, semangka, labu, jagung manis, terung, dan tanaman hias.

B. DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN BIOTEKNOLOGI

1. Dampak terhadap Lingkungan
Selain membawa keuntungan bagi manusia, aplikasi bioteknologi ternyata menimbulkan akibat buruk oleh penerapan teknologi tersebut. Contohnya, pembuatan tempe atau kecap dalam skala besar dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Air limbah dan kulit kedelai dari proses pembuatan tempe, apabila dibiarkan tergenang dalam waktu cukup lama, limbah tersebut mengubah lingkungan menjadi tidak sehat. Jika air limbah itu dibiarkan mengalir ke dalam kolam-kolam ikan atau ke lahan-lahan persawahan, kehidupan ikan atau tanaman akan terganggu, bahkan bisa mati. Selain meracuni organisme yang hidup di dalam air, limbah ini juga menimbulkan bau yang tidak enak. Untuk itu maka perlu ditangani secara baik agar tidak mencemari lingkungan.

2. Dampak Sosial
Produk minuman beralkohol seperti bir, anggur, wiski, dan air tape terkadang juga menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan. Dampak tersebut berupa kebiasaan meminum minuman beralkohol tersebut sehingga mabuk. Minuman beralkohol bila diminum dalam jumlah banyak bersifat memabukkan dan menyebabkan kantuk karena menekan aktivitas otak.

Alkohol juga bersifat candu. Orang yang sering minum alkohol dapat menjadi ketagihan dan sulit untuk meninggalkan kebiasaan minum minuman beralkohol. Walaupun tidak beracun, alkohol dapat menimbulkan angka kematian yang tinggi, misalnya pengemudi kendaraan yang dalam keadaan mabuk menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Alkohol yang terdapat dalam minuman beralkohol kadarnya bermacam-macam. Secara alami alkohol hasil fermentasi kadarnya 12-15 % karena pada larutan yang berkadar sebesar ini ragi akan mati. Tetapi melalui proses penyulingan dapat diperoleh alkohol sampai 95,5%.

C. USAHA MENGATASI DAMPAK PENERAPAN BIOTEKNOLOGI
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi/mengatasi akibat buruk penggunaan bioteknologi antara lain:

1. Penanganan limbah tempe, yang secara sederhana dapat dilakukan dengan cara:

a.  Menampung dan menyaring limbah/air limbah tempe ke dalam sebuah bak. Kemudian bak ditutup agar tidak menimbulkan bau.

b.  Kemudian, mengalirkan air limbah yang sudah disaring ke bak pengumpul. Pada bak ini, air limbah yang berasal dari beberapa kali proses pembuatan tempe akan bercampur secara merata dan seragam.

c.   Terakhir, mengalirkan air limbah yang berasal dari bak penampung, ke bak kedap udara dan selanjutnya diendapkan selama 20 hari. Di dalam bak kedap udara, benda-benda (polutan) berat yang dapat membahayakan lingkungan diuraikan oleh mikroorganisme secara alami sehingga menjadi tidak berbahaya.

2.  Untuk minuman beralkohol dikenai cukai atau pajak yang tinggi sehingga harganya mahal. Akibatnya tidak sembarang orang dapat mengonsumsi. Selain itu juga secara rutin diadakan penyitaan dan pemusnahan minum-minuman keras terutama yang berkadar alkohol tinggi.

3.  Di   beberapa   negara   untuk   mengurangi kecelakaan, pengemudi mobil di tes kadar alkohol dalam darahnya.


Growth and Development


1. Growth is the increase in size of living things because there is a process called the cell division and enlargement. Growth was also measured and can also be expressed quantitatively:
2. The development is the process by which living things are heading into adulthood. That development was not only able to be measured or expressed in numbers, but can also be expressed through the development of a future change in the shape and level of maturity.

1. Growth and development in plants
Growth and development in plant life can occur because of a mitotic division at the growing point, followed by enlargement or cell elongation. Growth and development can also be divided into two, namely the growth of primary and secondary growth. If the primary growth is the result of an activity that occurs in the primary meristem tissue cells, whereas secondary growth is the result of a secondary meristem tissue activity. Pace of growth in plants can be measured by a tool called auksanometer. And the following is the factors that can affect growth and development in plants.
a. Genes are a factor of the nature of heredity in plants. The gene was located in the chromosomes in the nucleus of cells contained in plants.
b. The hormone is a substance that is needed once in a process that will be carried out in the plant body. And the following are some hormones that can affect the rate of growth in plants as follows.

1) Auxin, which is located yaitui hormones in the body to function at all plants and in promoting stem elongation, root growth, fruit growth, phototropism, and geotropisme.
2} Gibberellins function was to stimulate germination in seeds and buds, stem elongation, leaf growth, flowers, and fruit, and can also affect the growth and differentiation in the roots.
3) Cytokines function is to influence the growth and differentiation in the roots of plants, and can also stimulate cell division and growth, germination and flowering, and can also inhibit the aging process in plants.
4) This hormone abscisic acid plays an important role in the inhibition of the growth, stomata closed during water shortages, and may delay the growth (dormancy) in plants.
5) ethylene gas which was instrumental in spurring the process of fruit ripening and trunk becomes thicker.
6) Kaulokalin which serves to stimulate the process of formation in the stems of plants.
7) Rhizokalin function once to stimulate the formation of the root.
8) Filokalin which serves to stimulate the formation of the leaf.
9) Antokalin which serves to stimulate a process of formation of the flower.

c. Light, especially light is the sun, which is desirable in the process of making food in tumbuham or known as photosynthesis.
d. Temperature. Temperatures required by plants so plants can grow and develop properly called the optimum temperature. While the lowest temperature when the plant is still growing and developing well, it is called with the name of minimum temperature, and that the highest temperature is called the maximum temperature.
e. Water is very important for plants because it can be used for growth in a process called photosynthesis, and keep the humidity at tumbuha, and can help the terjdi seed germination in plants

2. Growth and development in animals
Growth and development in animals occur in all parts of the body. Growth in animals is the result of an activity in mitotic cell division. Well speaking of mitosi, mitosis is what ya ..?
Mitosis is division in the animal's body, except the sex cells. And these factors that affect growth and development in animals that genes, hormones, water, temperature, activity, food, and sunlight.

Metamoforsis
Metamorphosis is the change in the shape and structure of the body in animals, from embryo to adult stage Phase metamorphosis is divided into 2 types, namely:

Complete metamorphosis is a stage in the animal's body shape changes in a clear and distinguishable, from egg, larva or caterpillar, to adult animals. Complete metamorphosis occurs in the butterfly

Metagenesis are descendants of rotation between the vegetative phase (producing spores) and the generative phase (occurring due to fusion of sex cells between spermatozoid (male sex cell) and egg / ot / um (female sex cell)). Metagenesis generally found in plants, moss and fern.

MAKHLUK HIDUP


Makhluk hidup memilik kegiatan ataui ciri-ciri, yaitu dapat bernapas, membutuhkan makanan, bergerak, menerima dan menanggapi rangsang, mengeluarkan zat sisa, tumbuh, dan berkembang biak
kita sebagai manusia pasti sering melakukan suatu proses yang namanya bernapas dalam kehidupan keseharian kita, Bernapas itu adalah proses menghirup gas oksigen dari udara dan mengeluarkan gas karbon dioksida dari dalam tubuh melalui alat pernapasan. Di dalam tubuh kita terdapat makanan organisme yang  bereaksi secara kimiawi  dengan oksigen dan dapat menghasilkan suatu energi, uap air, dan, karbon dioksida. Nah karena itu proses itu dinamakan dengan proses respirasi. Proses respirasi itu dapat dituliskan/digambarkan sebagai berikut.
Makanan + Oksigen -> Energi + Uap air + Karbon dioksida
Berikut ini perbedaan respirasi pada hewan/manusia dan tumbuhan.
Manusia dan hewan pada umumnya hidup di darat dan memiliki alat pernapasan paru-paru, sedangkan hewan air hanya menggunakan insang  untuk bernapas dalam menghirup oksigen yang larut dalam air. Sedangkan Tumbuhan mengambil oksigen/bernapas dari udara melalui lubang-lubang kecil pada daun yang disebut dengan stomata/mulut daun dan lentisel/celah batang. Akar tumbuhan darat mengambil oksigen dari rongga-rongga udara yang terdapat diseluruh bagian akar.
Selain bernapas makhluk hidup juga membutuhkan makanan untuk hidup Makanan merupakan bahan kimia dan termasuk kelompok zat organik. Bagi makhluk hidup Makanan itu sangat berguna sekali karena dapat menghasilkan energi, mengganti sel-sel tubuh yang rusak, bertumbuh, dan mengatur proses-proses di dalam tubuh. Energi itu penting bagi makhluk hidup karena dapat membantu mereka dalam beraktifitas .Dalam bagian Tumbuhan, tumbuhan memiliki klorofil yang berguna untuk membuat makanan sendiri, melalui proses yang dinamakan fotosintesis.  Kalau Manusia dan hewan tidak bisa membuat makanan sendiri karena di dalam tubuh mereka harus mengambil zat organik dari tumbuhan atau hewan lainnya.
Setiap Makhluk hidup pasti melakukan suatu Gerak pada setiap saat, karena gerak merupakan perpindahan bagian tubuh. Contoh Gerak pada hewan dan manusia, misalnya kayak melompat, berlari, membungkuk, menoleh, merentangkan tangan, mengepakkan sayap, berenang dan lain-lain. Sedangkan Gerak pada tumbuhan tidak tampak nggak kayak hewan dan manusia. Pada dasarnya gerak pada tumbuhan tidak menyebabkan sama sekali  perpindahan tempat. Dan inilah contoh dari tumbuhan yang tidak bergerak atau tidak Nampak perpindahanya seperti , daun putri malu yang menutup jika disentuh.
Ternyata makhluk hidup itu dapat menerima dan menanggapi rangsang juga lho..Kemampuan organism ini digunakan untuk menerima dan menanggapi rangsangan dan ini disebut dengan iritabilitas. Manusia dan hewan menanggapi rangsang dengan cara menggunakan alat indra. Sedangkan Tumbuhan tidak memiliki alat indra, tetapi mereka memiliki kepekaan terhadap rangsangan tertentu, seperti peka terhadap rangsangan cahaya, air, dan sentuhan.
Para makhluk hidup biasanya setelah makan habis itu melakukan aktifitas mereka lalu mengeluarkan zat. Proses pengeluaran zat sisa dari dalam sel-sel tubuh disebut dengan ekskresi. Pada hewan dan manusia, yang dimaksud dengan zat-zat sisa, misalnya seperti karbon dioksida atau sisa respirasi yang dikeluarkan melalui alat pernapasan, garam yang dikeluarkan melalui keringat dan urine, dan air yang dikeluarkan dari keringat dan urine. Sedangkan Zat sisa pada tumbuhan biasanya disimpan di dalam daun-daun yang sudah tua atau sudah layu dan kering yang akan dibuang oleh tumbuhan dengan cara menggugurkan bagian tersebut.
Setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan itu adalah perubahan fisik pada makhluk hidup dari yang mulanya kecil menjadi besar atau disebutkan juga seperti arena bertambahnya jumlah dan volume sel. Pertumbuhan itu terjadi pada semua makhluk hidup tidak terkecuali. Proses pertumbuhan bersifat irreversible yang artinya tak dapat balik. Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan sampai dengan  ukuran  tertentu.

Sistem Koordinasi pada Manusia


Sistem yang fungsinya itu dapat mengatur dan mengendalikan kerja alat tubuh agar tubuh dapat bekerja dengan serasi dan sesuai dengan fungsinya dan itu dinamakan dengan sistem koordinasi. Dalam Sistem koordinasi terdapat sistem saraf dan hormon dan berikut inilah pengertiannya :
Sistem Saraf
Sistem saraf itu disusun dari bagian yang paling kecil, yaitu sel saraf (neuron). Kalau Dilihat dari fungsinya, sel saraf itu dapat dibedakan atau dibagi menjadi 4 yaitu :
1.    Neuron sensoris yang fungsinya untuk meneruskan rangsang dari penerima (reseptor) ke saraf pusat (otak).
2.    Neuron motoris yang berfungsi untuk meneruskan rangsang dari otak menuju ke otot dan kelenjar.
3.    Neuron penghubung yang fungsinya itu menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lainnya, dan ternyata neuron penghubung ini kalau kita bisa lihat banyak ditemukan pada otak dan sumsum tulang belakang.
4.    Neuron ajustor berfungsi sebagai penghubung antara neuron sensorik dengan motorik di sumsum tulang belakang dan otak.
Berikut ini adalah bagian-bagian dari sel saraf.
1.  Badan sel merupakan bagian yang terbesar dari suatu sel saraf, yang terdiri atas nukleus dan sitoplasma.
2.    Dendrit itu seperti serabut sel saraf yang bercabang pendek, serta keluar dari    sel.
Kalau Akson kayak serabut sel saraf yang panjang serta berfungsi dalam menghantarkan impuls dari badan sel ke sel saraf lain. Dan pada Umumnya akson itu dibungkus dari selubung yang dinamakan selubung Myelin, daerah akson yang tidak dibungkus dengan selubung Myelin yang disebut Nodus Ranvier.
Sistem Saraf Manusia
Pada manusia Sistem saraf itu terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat itu terdiri dari:
1.    Otak
Bagian-bagian dari otak, yaitu:
a.    kalu Otak    besar    {Cerebrum)  ini  merupakan    pusat dari saraf   utama yang tugasnya itu untuk mengkoordinasikan semua kegiatan yang disadari.
b.    sementara kalu Otak tengah (Mesenchefalon) itu berfungsi sebagai pusat refleksi pupil pada mata dan sebagai pengatur keseimbangan tubuh.
c.    sedangkan Otak kecil (Cerebellum) ini merupakan pusat dari suatu keseimbangan, koordinasi gerak,dengan penghalusan gerak.
d.    dan kalau Sumsum lanjutan {Medulla oblongata)ini dapat menghubungkan otak kecil dengan sumsum tulang belakang.
Berikut ini selaput yang melapisi otak.
a.    Dura matter: berupa selaput yang kuat dan menempel pada tengkorak.
b.    Arakhnoid: bentuknya itu mirip lho kayak sarang laba-laba dan ini juga  terdapat cairan
serebrospinalis. Fungsinya itu untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik seperti benturan.
c.    Pia matter, lapisan ini lapisan yang paling dekat  dengan permukaan dari otak dan mengandung banyak pembuluh.
2.    Sumsum tulang belakang {Medula spinalis)
Sumsum tulang belakang memiliki fungsi yang utama sebagai berikut.
a.  dapat Menghubungkan sistem saraf tepi ke otak atau sebagai penghantar impuls saraf dari otak dan menuju otak.
b.    Sebagai pusat gerak refleks.
Sumsum tulang belakang ini terletak di dalam rongga ruas tulang belakang (dari ruas tulang leher sampai tulang ekor), terdiri atas lapisan dalam yang berwarna kelabu dan lapisan luaryang berwarna putih.
Sistem saraf tepi merupakan sistem saraf yang dapat menghubungkan semua bagian tubuh dengan pusat saraf (otak dan sumsum tulang belakang). Sistem saraf tepi, terdiri ini dari sistem saraf sadar (somatik) dan sistem saraf tak sadar (otonom).
1.    Sistem saraf sadar yang fungsinya itu untuk mengontrol kegiatan seluruh tubuh yang cara kerjanya diatur oleh otak.
2.    Sistem saraf tak sadar berfungsi untuk mengontrol kegiatan tubuh yang cara kerjanya itu tidak dapat diatur otak. Saraf ini meliputi susunan saraf simpatik dan parasimpatik. Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik berdasarkan pada posisi ganglion. Ganglion pada saraf simpatik menempel di sepanjang sumsum tulang belakang, sedangkan ganglion saraf parasimpatik menempel pada organ yang dibantu kerjanya, seperti sekresi keringat, denyut jantung, dan gerak saluran pencernaan. Fungsi kerja saraf simpatik dan parasimpatik adalah berlawanan.
Mekanisme Gerak Manusia
Rangsangan (impuls) yang,mengenai tubuh diterima oleh organ reseptor yang kemudian diteruskan ke pusat saraf. Dari pusat saraf akan disampaikan tanggapan (respon) ke organ efektor dalam bentuk gerakan. Gerakan yang sudah dihasilkan dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1.    Gerak biasa. Urutan jalannya impuls pada gerak biasa, yaitu: Rangsangan -> sel saraf sensorik -> otak-sel saraf motorik -> respon pada organ efektor
2.    Gerak refleks terjadi secara otomatis terhadap rangsangan tanpa kontrol dari otak sehingga dapat berlangsung cepat. Gerak refleks itu terjadi tanpa kita sadari terlebih dahulu atau tanpa dipengaruhi kehendak. Contoh: mengangkat tangan ketika terkena api dan mengangkat kaki ketika tertusuk.
Urutan perambatan impuls pada gerak refleks, yaitu:
Stimulus pada organ reseptor -> sel saraf sensorik -> sel penghubung (asosiasi)
pada sumsum tulang belakang -> sel saraf motorik -> respon pada organ efektor.
Kelainan dan Penyakit Sistem Saraf Manusia
Sistem saraf manusia dapat mengalami gangguan kerja berupa penyakit atau kelainan lainnya. Contoh:
1.    Meningitis
Meningitis merupakan peradangan selaput pembungkus otak yaitu meninges. Meningitis disebabkan oleh virus sehingga dapat menular.
2.    Multiple sclerosis (MS = sklerosis ganda atau disseminated sclerosis) Multiple sclerosis merupakan penyakit saraf kronis yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan pada organ, seperti rasa sakit, masalah penglihatan, berbicara, depresi, gangguan koordinasi dan kelemahan pada otot sampai kelumpuhan.
3.    Nyeri saraf
Nyeri saraf dapat terjadi karena adanya gangguan saraf sensorik maupun motorik. Gejala nyeri saraf sering disertai dengan gejala lain seperti kehilangan rasa. Urat saraf terjepit dan penyakit urat saraf gangguan metabolik (seperti diabetic neuropaty pada penderita penyakit kencing manis atau diabetes mellitus). Gangguan motorik karena nyeri saraf dari yang ringan (seperti kram) sampai gangguan berat (seperti kelumpuhan).
4.    Hidrocephalus
Tanda hidrocephalus berupa pembengkakan kepala karena kelebihan cairan yang ada di sekitar otak. Akibatnya, dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan gangguan organ tubuh.
5.    Penyakit urat saraf terjepit
Penyakit saraf terjepit sering terjadi pada leher, pinggang, dan telapak tangan.
6.    Parkinson dengan gejala tangan dan kaki gemetar.
7.    Gegar otak terjadi karena otak mengalami kerusakan.
8.    Imsomnia atau lupa ingatan sementara.
E. Hormon
Hormon adalah suatu zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh. Pengaruh hormon berbeda dengan saraf. Perubahan yang dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu panjang. Dalam tubuh manusia, ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan testis.

Pewarisan Sifat Makhluk Hidup


Pewarisan sifat atau yang lebih dikenal dengan hereditas merupakan suatu  pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat disebut dengan genetika. Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh kromosom dan gen.
A. Istilah dalam Pewarisan Sifat dan Persilangan
1.          Kromosom adalah struktur benang yang ada di dalam inti sel yang tugasnya bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan (hereditas). Yang Tersusun atas sentromer dan lengan kromosom.
2.          Genatau disebut dengan istilah “substansi hereditas” yang terletak berada di dalam kromosom.
3.          Genotipe adalah suatu sifat dasar yang tidak tampak serta bersifat tetap pada individu. Genotipe itu berkodekan dengan simbol huruf yang diambil dari huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu yang dipersilangkan.
4.      Alel adalah anggota dan suatu gen yang punya suatu pengaruh berlawanan.
Misalnya, T menentukan sifat tinggi pada suatu tanaman, sedangkan t menentukan batang pendek. Dengan demikian, T dan t merupakan alel satu terhadap yang lain.
5.          Fenotipe merupakan sifat-sifat yang tampak pada suatu individu serta dapat diamati dengan panca indra. Misalnya seperti warna bunga merah, rambut keriting, rambut lurus, tubuh besar, badan tinggi, hidung mancung, kulit kuning, dan buah besar.
6.          Dominan merupakan salah satu sifat suatu individu yang dalam proses persilangannya mengalahkan atau menutupi pemunculan sifat individu lain dalam persilangan.
7.          Sifat resesif merupakan suatu sifat kebalikan dari sifat dominan, yaitu sifat suatu individu yang tidak muncul dalam keturunannya karena terkalahkan atau tertutupi oleh pemunculan sifat sejenis dari individu lain dalam persilangan.
8.          Intermediet adalah sifat suatu individu yang pemunculannya merupakan gabungan antara sifat kedua induk yang dipersilangkan.
9.    Hibrida punya arti sebagai hasil perkawinan antara dua individu yang punya sifat berbeda. Berikut ini istilah yang sering digunakan.
a.       Persilangan monohibrida, merupakan persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda.
b.       Persilangan dihibrida, yaitu persilangan antara dua individu dengan dua
sifat beda.
c.       Fl  : Hasil persilangan pertama (keturunan pertama)
d.    F2 : Hasil persilangan kedua (keturunan kedua)
e.       P  : Parental/induk/orang tua
B. Menentukan Garnet dari Genotipe Tetua
Dalam suatu Proses pembentukan garnet berlangsungnya itu melalui proses pembelahan sel secara meiosis, dengan terjadi pengurangan jumlah kromosom sebanyak setengah jumlah kromosom sel induknya. Oleh sebab itu, gen yang terdapat di dalam kromosom sel anak juga menjadi setengah jumlah gen sel induknya.
Rumus umum yang dipakai untuk mencari jumlah macam garnet ialah 2″. Tanda n merupakan jumlah alel heterozigot, yaitu genotipe yang mempunyai pasangan alel berbeda. Contoh:
1.          TT, jumlah alel yang heterozigot adalah 0 sehingga jumlah gametnya adalah 2° = 1 macam, yaitu T saja.
2.          Tt, jumlah  alel yang heterozigot adalah  1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu T dan t.
3.          TtBB, jumlah alel yang heterozigot adalah 1 sehingga jumlah gametnya adalah 21 = 2 macam, yaitu TB dan tB.
4.   TtBb, jumlah alel yang heterozigot adalah 2 sehingga jumlah gametnya adalah 22 = 4 macam, yaitu TB, Tb, tB, dan tb.
C. Persilangan Monohibrida
1.      Persilangan Monohibrida Dominan Penuh
a.     Persilangan ini terjadi antara dua individu yang mempunyai sifat
dominan penuh dengan individu lain yang bersifat resesif.
b.     Hasil Fl seragam, dengan genotipe dan fenotipe semua keturunan Fl
sama.
c.      Apabila persilangan dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama
Fl akan dihasilkan keturunan ke-2 (F2), dengan tiga macam genotipe
dan dua macam fenotipe
2. Persilangan Monohibrida Dominan Tak Penuh (Kodominan)
a.       Persilangan ini terjadi antara dua individu dengan sifat yang tidak
dominan tetapi juga tidak resesif terhadap sesamanya.
b.       Individu Fl merupakan perpaduan sifat kedua induknya, sadangkan pada
F2 dihasilkan keturunan perbandingan genotipe dan fenotipe 1: 2:1.
D. Persilangan Dihibrida
1.          Persilangan   dihibrida   adalah   persilangan   antara   dua   individu   dengan memerhatikan dua sifat yang berbeda.
2.          Menghasilkan individu Fl yang seragam, yaitu semua keturunannya terdiri dari satu macam genotipe dan satu macam fenotipe.
3.          Perbandingan fenotipe F2 adalah 9: 3: 3:  1 dan jumlah kombinasi  F2 sebanyak 16 buah.
4.          Genotip F2 ada 9 buah.
Perbandingan fenotipe F2:
Berbuah lebat, rasa manis: berbuah lebat, rasa masam: berbuah sedikit, rasa
manis: berbuah sedikit, rasa masam = 9: 3: 3: 1.
Genotipe F2 ada 9 macam, yaitu:
LLMM, LLMm, LIMM, LIMm, LLmm, Llmm, IIMM, lIMm, llmm.